Jumat, 03 Juli 2015

PERBANDINGAN ANTARA IFRS DENGAN PSAK


 A Pendahuluan

Semakin derasnya arus globalisasi yang menghilangkan batas batas geografis dalakegiatanperekonomian telah menuntut adanya sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang seragam dandapat diterima di berbagai negara. Untuk itu, dibentuklah suatu standar yang bernama IFRS (Internationa Financia reporting  standar)  sebaga suatu  pakem  umum  dala usaha harmonisasi standar akuntansi keuangan. Dengan adanya suatu standar yang diterima secarainternasional, diharapkan keterbandingan laporan keuangan antar negara menjadi lebih tinggi.
Indonesia, sebagai  suatu negara berkembang pun  tidak ketinggalan dalam  mengadopsi IFRS.Adopsi PSAK ke IFRS pun semakin menggaung ketikIAI mencanangkan konvergensi penuh IFRSkPSAK pada tahun 2012. Diharapkan, dengan adanya konvergensi ini dapat memudahan pemahaman terhadap laporan keuangan yang dikenal secara internasionaserta dapat meningkatkan arus investasi
Proses konvergensi IFRdi Indonesia terbagi atas tiga tahap, yaitu:

1.   Tahap adopsi (Tahun 2008-2010)
2.   Tahap persiapan (Tahun 2011)

3.   Tahap implementasi (2012)

Dalam tahap konvergensi ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti perlunya penyesuaianstandar internasional terhadap aspek hukum di Indonesia, penyesuaian terhadap aturan perpajakan,kesiapan sumber daya manusia yang belum matang, serta masalah keberadaalembaga standar akuntansi Indonesia yang belum independen.


B Perbedaan IFRS dengan PSAK.

Dalam tulisan ini akan dibahas beberapa perbedaan antara IFRS dengan PSAK yang dapat ditemukan oleh penulis. Metode penyusunan perbedaan dilakukan dengan membandingkan antarakonsep yang terdapat di IFRS dengan yang terdapat dalam PSAK dan disusun berdasarkan urutanstandar yang digunakan IFRS.
Dalam tulisaini penulis sangat banyak mengambil faedah dari buku Marisi P Purba berjudul IFRSKonvergensi dan Kendala Aplikasinya di Indonesia terbitan Graha Ilmu. Bukini sangabermanfaat dalammembuka pikiran ttg konvergensi IFRS. Sangat direkomendasikan utk dibaca. selain itu
penulis jg banyak memperoleh manfaat dari publikasi KPMG dan Deloite.


PENDAHULUAN DAN KERANGKA DASAR (IA1; PSAK 1)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
Konvergensi
1
Cakupan
Pengaturan
Desain IFRdiperuntukkan untuk entitas yang bersifatprofit-
oriented dan SME (Small Medium Enterprise). IFRS belum mengatur standar akuntansi untuk perusahaan berbasis syariah.
SAdiperuntukkan untuk
Entitas yang bersifat profit-
oriented, Nirlaba, UKM(Usaha kecil menengah)yang disebut SAK-ENTAP,dan Perusahaan berbasissyariah.
Akan ada penerapan
standar yang bersifat setengahsetengaterhadap perusahaan yang berbasis syariah.
2
Kerangka
Dasar
Memungkinkan penilaianaktiva
tetap berwujud dan tidak berwujud menggunakan nilaiwajar. Laporan keuanganharus
disajikan dengan basis trueand fair (IFRS Framework par46)
Sama seperti IFRSPSAK
memberikan alternatif penggunaan nilai wajar untuk menilai kembali aktiva tetap
berwujud dan tidak berwujud. Laporan keuangan disajikan dengan basis fairly stated(Kerangka dasar par 46)
3
Pernyataan
kepatuhanakan Standar
Entitas harus membuat
pernyataan eksplisit tentangkepatuhan akan standar IFRS
Entitas tidak harus membuat
pernyataan kepatuhan akan
SAK
Harus dibuat
pernyataan eksplisit akankepatuhan padaPSAK dCALK
4
Prinsip
Ketepatan Waktu(Timeliness)
Tidak diatur secara khusus
kapan entitas menyajikanlaporan keuangan
Dianjurkan agar entitas
menyajikan laporankeuangan paling lama 4bulan setelatanggal neraca
Perlunya
penyesuaian aturan terkait dengan kewajiban entitas untuk memenuhikewajiban perpajakan dalam menyampaikanSPT Tahunan paling lambattanggal 31 Maret untuk WP OrangPribadi dan 30
April untuk WPBadan
5
Basis
Standar
Menganut standar akuntansi
berbasis prinsip untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, danketerbandingan laporankeuangan antar entitas secara global.
Menganut standar akuntansi
berbasis aturan.
6
Prinsip
Konservatif
Tidak lagi mengakui prinsip
konservatif, namun diganti dengan prinsip kehati-hatian(Prudence)
Masih mengkui prinsip
konservatif


PENGUNGKAPAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (IAS 1; PSAK 1 REV 1998)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
Konvergensi
1
Komponen
LaporanKeuangan yanglengkap
Komponen laporan keuangan
lengkap terdiri atas :
-     Laporan posisi keuangan
(neraca)
-               Laporan laba rugikomprehensif
-     Laporan perubahanekuitas
-     Laporan arus kas
-               Catatan atas laporankeuangan
-               Laporan posisikeuangakomparatif awalperiode dan penyajianretrospektif terhadappenerapan kebijakanakuntansi
Komponen laporan keuangan
lengkap terdiri atas :
-     Neraca
-     Laporan laba rugi
-     Laporan perubahanekuitas
-     Laporan arus kas
-               Catatan atas laporankeuangan
2
Pengungkapan
dalam Laporanposiskeuangan
(neraca)
Berdasar ilustrasIFRS :
Aset:             Ekuitas: AsetTidak     Ekuitas yang Lancar           dapat
diatribusikan ke
Aset lancar    pemilientitasinduk

Hak nonpengendaliLaibilitas Laibilitas
jangka panjang

Laibilitas jangka pendek
Berdasar PSAK:
Aset:             LaibilitasAset               LaibilitasLancar            jangka pendek

Aset Tidak     Laibilitas
Lancar           jangka panjang
EkuitaHak nonpengendali

Ekuitas yang dapatdiatribusikan kpemilik
entitas induk
3
Istilah minority
Interest
Istilah minority interest (hak
minoritas) diganti menjadi noncontrolling interest (hak non
pengendali) dan disajikandalam
Laporan perubahan ekuitas.
Menggunakan istilah hak
minoritas
4
Pos luar biasa
(extraordinaryitem)
Tidak mengenal istilah posluar
biasa (extraordinary item)
Masih memakai istilah posluar
biasa (extraordinary item)
5
Penyajian
laibilitas
jangka panjangyang akandibiayai
kembali
Laibilitas jangka panjang
disajikan sebagai Laibilitasjangka pendek jika akan jatuh tempo dalam 12 bulan meskipun perjanjianpembiayaan kembali sudahselesai setelah periodepelaporan dan sebelumpenerbitan laporan keuangan
Tetap disajikan sebagai
Laibilitas jangka panjang



LAPORAN ARUS KA(IAS 7; PSAK 2 REEV 1994)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
Konvergensi
1
Metode
Dianjurkan menggunakan
metode langsung, namun metode tidak langsung tetapdiperbolehkan
Tidak ada pengaturan, kecuali
untuk Perusahaan Publik(ListeCompany) harusmenggunakan MetodeLangsung sesuai PeraturanBapepam VIII G 7
yang telah diubah denganKEP-
06/PM/2000
Diperlukan
pengaturan lebihlanjut tentangkebolehan
penggunaankedua metode arus kas ataukahhanya menggunakan metode langsungdalam pelaporankeuangakepadapublik dan pajak.
2
Arus kas
terkait pos
luar biasa
Item pos luar biasa tidak
diperbolehkan dalam IFRS
Masih diperkenankan
menggunakan istilah pos luar
biasa, dan diklasifikasikansesuai dengan sifat transaksinya, apakah sebagaiaktivitas operasi, investasiatau pendanaan

PERSEDIAAN (IA2; PSAK 14 REV 2008)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek Konvergensi
1
Pengukuran biaya
Pengukuran
persediaan
berdasarkan biayaatau net realizablevalue (nilai realisasibersih) mana yanglebih rendah.
Sama dengan IFRS,
Persediaan harus
diukur berdasarkan biaya atau
nilai realisasi neto, mana yang lebih
rendah
2
Penggunaan
Metode LIFO
IFRS melarang
penggunaan metodeLIFO (Last In FirstOut). Hanya boleh
menggunakan metodeFIFO atau rata-ratatertimbang
Dalam PSAK No 14
Rev 1994, penggunaanmetode LIFO masih
diperbolehkanNamundalam Revisi tahun2008 penggunaanmetode LIFO sudahdilarang. Hanyadigunakan metodeFIFO (First iFirstOut) / MPKP (MasukPertama KeluarPertama) atauRata-rata tertimbang.
Diperlukan
penyesuaian aturan terhadap
pelarangan metode
LIFO dalam konteksperpajakan.



AKTIVA TETAP (IAS 16; PSAK 16 REV 2007)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek Konvergensi
1
Penilaian Aktiva
Penerapan prinsip
nilai wajar dalampenilaian Aset.
Sama dengan IFRS
Penggunaan jasa
independentappraisal (penilai)

Aktiva dapat diukur
dengan menggunakandua pendekatan, yaitu model revaluasi dan model harga
perolehan.
akan berkembang
untuk asset yang tidak dapat diukurnilai pasarnya.
2
Selisih akibat
Revaluasi
Nilai selisih akibat
adanya revaluasidisajikan dalam laporalaba rugi dan ekuitas
Sama dengan IFRS
Harus dilakukan
penyesuaian terhadap aturanperpajakan terkaitpengenaan pajak (PMK 79/2008),seperti terhadapselisih lebih revaluasidan
perolehan ijin untuk melakukan revaluasi.
3
Metode penyusutan
Metode penyusutan
yang digunakan harusditelaasecaraperiodikKoreksiakibat penelaahan iniakan
diperlakukan sesuaidengan IAS 8.Dimungkinkan jugaperubahan terhadap metode penyusutanjika dalam hasil reviewterdapaperubahansignifikan dengan polapemanfaatan ekonomiyang diharapkan dariaktiva tersebut.
Sama dengan IFRS,
dengan penyesuaiansesuai dengan PSAK
25
Perlunya
penyesuaian terhadap peraturanpermohonan ijin terhadap Ditjen Pajakuntuk
melakukanperubahan metodepenyusutan.
4
Nilai residu
Manajemen harus
melakukan revieatasnilai residu dan masamanfaat aktiva
setiap tahunJika terdapat perubahan, maka disesuaikandengan menggunakanIAS 8
Sama dengan IFRS,
dengan penyesuaiansesuai dengan PSAK
25


Daftar Pustaka

Purba, Marisi P, IFRS Konvergensi dan Kendala Aplikasinya di Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta,
2010
Deloitte Publication, IFRS and Indonesian GAAP A Comparison (Jan 2007)
Delioite Publication, IFRS Model Financial Statement, 2010
KPMG Publication, IFRS compared to Indonesian GAAP 
IAS 1 – 41, dari Standar Akuntansi IFRS di blog http://staff.blog.ui.ac.id/martaniEksposure draftPSAK dari blog http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
Berbagai tulisan tentang IFRS dari https://rogonyowosukmo.wordpress.com
Tulisan   tentang   konvergensi    IFRS    dari    http://wonkcrb.blogspot.com/2011/03/sedikit-tentang- proseskonvergensi-psak.html




Tidak ada komentar:

Posting Komentar