Menurut hasil penelitian saya (ngarang sebenarnya
sih. Hehe), secara sederhana ada 3 jenis mahasiswa:
- Mahasiswa
kupu-kupu (KUliah-PUlang-KUliah-PUlang)
- Mahasiswa
Kunang-kunang (KUliah-NANGkring-KUliah-NANGkring)
- Mahasiswa
Kura-kura (KUliah-RApat-KUliah-RApat)
Dari ketiga jenis mahasiswa tersebut kira-kira
Anda masuk kedalam kategori mana ? ayooo jawab jujur. Hahahaha :p
Ketiga jenis mahasiswa diatas hanya sekedar
karangan saya semata. Untuk lebih jelasnya ada dalam buku Dr. Diding Nurdin,
M.Pd dalam bukunya yang berjudul “Mahasiswa Pemimpin Masa Depan”
terdapat 5 jenis profil atau jenis mahasiswa, yaitu:
1. Mahasiswa
Kuliahan
Yaitu seorang mahasiswa yang hanya mengikuti
kuliah semata. Ia melakukan aktivitasnya kesehariannya di rumah/kostan dan
kampus saja. Ia kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Profil mahasiswa
semacam ini kegiatannya rutinitas karena ia mengerjakan sesuatu yang rutin.
Potensi mahasiswa semacam ini apabila tidak dapat diberdayakan maka kecerdasan
sosialnya tidak akan berkembang. Kemampuan adaptasi dengan masyarakat dan
lingkungan rendah. Lebih-lebih jika kondisi ini tidak disadari oleh mahasiswa
tersebut, maka akan melahirkan manusia yang individualitas.
Apa yang akan ia lakukan untuk perubahan di
masyarakat? Apa yang di harapkan oleh bangsa dan negara apabila ia hanya
menuntut ilmu untuk kepentingan nya saja? Betapa tidak, jika kegiatannya hanya
kostan dan kampus berarti ia tidak memanfaatkan berbagai kegiatan di kampusnya.
Padahal mahasiswa tidak hanya untuk mengikuti perkuliahan di kelas, lebih dari
itu ia harus bermasyarakat dan menyiapkan diri untuk perubahan di masyarakat.
2. Mahasiswa
Abadi
Mahasiswa abadi yaitu mahasiswa yang lama dalam
menyelesaikan studinya. Aktivitas mahasiswa model kedua ini tidak memiliki
tingkat disiplin yang baik. Kehadiran kuliah kurang di perhatikan, kadang masuk
dan kadang tidak. Tugas dari dosen sering terlambat. Jika dianalisis, mengapa
mahasiswa ini lama menyelesaikan studinya karena (1) ia tidak memiliki tujuan
yang jelas dalam studinya; (2) tidak memiliki tekad yang
kuat untuk menyelesaikan studi tepet waktu; (3) tidak memiliki target
kapan akan melaksanakan studinya; (4) tidak memiliki program
harian, mingguan, bulanan, apalagi perencanaan stratejik dalam jangka 5 tahun
kedepan; (5) ridak memahami kegiatan mana yang sangat penting, penting,
kurang penting, dan tidak penting; dan (6) tidak memahami
skala prioritas dalam hidupnya. Jika kondisi ini ada pada diri Anda maka jangan
salahkan orang lain jika Anda menjadi mahasiswa “Abadi” abad ini.
3. Mahasiswa
Kutu Buku
Mahasiswa profil ketiga ini adalah seorang
mahasiswa yang senang membaca buku. Ia tertarik pada berbagai hal dan memuaskan
rasa ingin tahunya ia banyak membaca buku. Ia tidak memiliki waktu untuk
bersantai bahkan bermain. Ia lebih senang menghabiskan wkktunya dengan membaca.
Mahasiswa semacam ini dari kedewasaan intelektual
memang akan berkembang, ia lupa bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh
kecerdasan intelektual saja tetapi masih ada 2 kecerdasan yang sama pentingnya
yaitu kecerdasan emosional dan spiritual. Kecerdasan emosional akan diperoleh
melalui kemampuan mengendalikan diri dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena
itu kegemarannya membaca buku perlu diimbangi dengan kegiatan yang bersifat
sosial agar melahirkan manusia yang cerdas intelektualnya dan cerdas
emosionalnya. Serta diimbangi kegiatan yang bersifat sosial agar
melahirkan manusia yang cerdas intelektualnya dan cerdas emosionalnya.
4.
Mahasiswa Prihatin
Profil mahasiswa prihatin adalah pribadi mahasiswa
yang menyikapi kesulitan atau masalah yang dihadapinya dengan penuh ketegaran
dan pantang menyerah. Misalnya, ia memang kesulitan dalam membiayai hidup
sehari-harinya untuk makan, membeli buku, membayar SPP, membayar kostan, dll.
Tetapi ia tetap memiliki motivasi dan tekad yang kuat untuk menyelesaikan
studinya.
Sebagai seorang mahasiswa, meski ia prihatin, ia
tetap belajar dan berjuang dalam keterbatasan dan kesederhanaannya. Dalam
pikiran dan hatinya, ia ingin membuktikan bahwa ia juga bisa sukses seperti
orang lain. Wajah orang tuanya menjadi kekuatan untuk tetap berprestasi dalam
studi. Teman disekelilingnya menjadi dorongan untuk bersaing secara positif.
Bimbingan dan nasihat dari dosen diperhatikan sebagai sesuatu yang sangat
berharga dalam menjalani hari-harinya. Fasilitas kampus ia gunakan untuk
mengembangkan keterampilan hidupnya. Kostan dimana ia tinggal dijadikan media
untuk belajar bersosialisasi.
Mahasiswa yang dihadapkan kepada kesulitan dan
tantangan hidup apabila dapat menyikapi dengan benar maka akan lahir menjadi seorang
mahasiswa yang memiliki karakter kuat. Mereka adalah orang yang memiliki
karakter yang tangguh dalam mengarungi hidup dan kehidupannya. Biasanya
mahasiswa yang prihatin seperti ini akan menuai kesuksesan dalam hidupnya.
5.
Mahasiswa Ideal
Mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang memahami
peran dan tugasnya sebagai mahasiswa. Mahasiswa ideal ditandai dengan upaya
yang sungguh-sungguh dalam dirinya untuk senantiasa meningkatkan ilmu
pengetahuannya, wawasan, sikap, dan keterampilannya dengan berbagai aktifitas
yang dijalani baik melalui kegiatan perkuliahan, aktif dalam organisasi ekstra
atau intra kampus untuk mengembangkan potensi dirinya. Ciri -ciri yang lainnya
adalah ia mampu mengelola waktu.
Mahasiswa ideal memiliki kemampuan dalam
mengendalikan dirinya. Ia memahami segala kelebihan dan kekurangan yang ada
dalam dirinya. Ia pun memahami kelebihan dan kekurangan orang lain. Ia pandai
menempatkan diri dengan siapa saja yang dihadapinya. Ia mampu berkomunikasi
dengan efektif dengan semua orang, karena ia memiliki kecerdasan sosial.
Selain itu, mahasiswa ideal biasanya adalah
seorang yang taat dalam menjalankan ibadah kepada Sang Kholik. Ia memiliki
kecerdasan spiritual dalam melakukan aktifitas kesehariannya. Ia selalu
mendasari kegiatannya dengan niat untuk beribadah kepada-Nya.
Di kutip dari:
-->
Di kutip dari:






Tidak ada komentar:
Posting Komentar