Minggu, 04 Maret 2012

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2012 Tertinggi di ASEAN dan tidak Terlalu Dipegaruhi oleh Krisis Ekonomi Global

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara – negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia (5,2 %), Thailand (4,5 %), Filipina (5,0 %) dan Singapura (4,4 %). Indonesia sendiri menargetkan pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 – 6,9 %. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo, saat Rapat Paripurna dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada kemarin Selasa (31/05).

Pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 – 6,9 % pada 2012 merupakan tantangan yang cukup besar. Sumber – sumber pertumbuhan ekonomi telah diperkirakan mencapai level yang cukup tinggi. ”Konsumsi masyarakat dan konsumsi pemerintah diperkirakan masing – masing tumbuh 4,8 – 5,2 % dan 6 – 6,4 %,” ujar Menkeu. Sementara itu, investasi telah diperkirakan tumbuh double digit 10 – 10,4 %, dimana dana yang dibutuhkan berkisar sekitar Rp2.800 triliun.

Dari sisi perdagangan internasional, Menkeu mengemukakan, meskipun volume perdagangan dunia diperkirakan melambat di tahun 2012, ekspor – impor diperkirakan tetap meningkat masing – masing sebesar 14,9 – 15,3 % dan 18 – 18,4 %. ”Beberapa langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengendalian laju inflasi dan mendorong realisasi penyerapan anggaran, memperbaiki iklim investasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur,” paparnya.

Menkeu menyampaikan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah telah menyiapkan kebijakan fiskal yang bersifat ekspansif pada tahun 2012. Kebijakan alokasi anggaran ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkualitas, memperluas penciptaan lapangan kerja, dan mengurangi angka kemiskinan. ”Kebijakan – kebijakan tersebut tercermin dalam peningkatan alokasi yang cukup signifikan untuk pembangunan infrastruktur, berlanjutnya berbagai program pengentasan kemiskinan dan bantuan subsidi untuk pertanian,” jelas Menkeu.

Keseluruhan kebijakan tersebut akan mendukung upaya untuk memperluas lapangan kerja, yang selanjutnya diharapkan akan meningkatkan pendapatan masyarakat dan menurunkan jumlah penduduk miskin.

Apabila dibandingkan dengan perekonomian regional ASEAN-lainnya seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, perekonomian Indonesia tidak akan terpengaruh besar oleh krisis ekonomi di Eropa dan Asia seperti yang diutarakan oleh Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution, pada saat pertemuan dengan masyarakat Indonesia berdomisil di Inggris yang berlangsung di ruangan Crutacara,Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Senin (17/10/2011). “ Dibandingkan dengan Negara tetangga tersebut, perekonomian Indonesia tidak tergantung pada kinerja ekspor dilihat dari perspektif perdagangan” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Pajak.

Penyebab kedua menurut beliau , ekspor Indonesia masih cukup menyebar dimana porsi ke Amerika, Eropa, Cina serta Jepang cukup merata serta Indonesia juga tidak memperoleh pinjaman yang cukup besar dari Eropa. Sehingga mengaca pada pengalaman krisis finansial global pada tahun 2008 – 2009, Indonesia pada saat itu masih dapat tetap memperoleh pertumbuhank ekonomi sekitar 4,5 %, bila diandingkan pertumbuhan ekonomi minus seperti yang di derita beberapa negara tetangga ASEAN. Bisa disimpulkan bahwa dinamika perekonomian internal di Indonesia lebih berpegaruh dalam kinerja keseluruhan perekonomian dibandingkan dinamika eksternal.
Dalam kesempatan yang sama Deputi Gubernur BI, Hartadi Sarwono, mengingatkan “yang perlu kita waspadai adalah dampak krisis ekonomi global pada sektor keuangan di Indonesia karena dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand terlebih Singapura kinerja sektor keuangan kita masih tertinggal “. Oleh karenanya menurut Hartadi, pihak BI mendorong kerjasama yang baik membangun sektor kuangan dengan Kementerian Keuangan agar nantinya Indonesia dapat memperoleh peringkat investment grade seperti negara tetangga yang memiliki sektor keuangan yang maju.

Delegasi Bank Indonesia ini tiba di London setelah menghadiri pertemuan Menteri Keuangan serta Para Pimpinan Bank Sentral negara-negara bergabung dalam kelompok G20 yang telah berlangsung di Paris, Prancis, selama pertengahan Oktober 2011 ini. Acara yang dihadiri sekitar 100 warga, diantaranya para mahasiswa Indonesia yang sedang studi di Inggris, ini dibuka oleh Dwiki Miftach, Minister Counsellor untuk Bidang Ekonomi serta di pandu oleh Dian Ediana Rae, Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London.

Sumber:
http://zonaekis.com/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-2012-tertinggi-di-asean/
dan
http://vishnujuwono.wordpress.com/2011/11/08/perkonomian-indonesia-tidak-terlalu-dipegaruhi-oleh-krisis-ekonomi-global/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar