Jumat, 03 Juli 2015

PENCATATAN DAN PENERBITAN SAHAM BATAS LINTAS NEGARA



Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, investor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Pricewaterhouse Coopers melaporkan bahwa volume penawaran ekuitas lintas batas dalam dolar meningkat hampir tiga kali lipat antara tahun 1995 dan 1999, dengan jumlah dana lebih dari sebesar AS$500 miliar yang diperoleh selama periode 5 tahun tersebut (penawaran ini hanya mencakup penjualan surat berharga di luar pasar domestik). Penawaran internasional atas obligasi, pinjaman sindikasi, dan instrumen utang lainnya juga tumbuh secara dramatis selama tahun 1990-an. Tren ini kemudian memburuk selama tahun-tahun awal decade sekarang, yang disebabkan oleh penurunan aktivitas ekonomi dunia. Meski demikian, aktivitas bisnis saat ini sedang bergerak naik dan kita berharap tren ini terus berlanjut selama sisa dekade ini.
Federasi Pasar Modal Dunia (World Federation of Exchanges) melaporkan bahwa jumlah perusahaan domestik yang mencatatkan sahamnya meningkat di beberapa pasar dan menurun di beberapa pasar yang lain selama masa-masa awal dekade sekarang. Meskipun demikian, rata-rata ukuran dan volume perdagangan per tahun atas perusahaan yang mencatatkan sahamnya telah tumbuh secara besar, yang sebagian diakibatkan oleh merger dan akuisisi, yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham (delisting) yang dilakukan beberapa perusahaan yang terkait. Ratusan perusahaan emiten asing telah mencatatkan ekuitasnya pada sejumlah pasar modal di Eropa, Amerika Utara dan Jepang selama bertahun-tahun. Meski demikian, jumlah perusahaan asing yang mencatatkan saham pada kebanyakan pasar modal selain Bursa Efek New York (New York Stock Exchange-NYSEJ) dan Nasdaq telah menurun. Hal ini menunjukkan bahwa banyak emiten yang mempertanyakan manfaat dari proses pencatatan saham tersebut dan bahwa manfaat untuk pencatatan saham di luar negeri lebih besar apabila dilakukan di Amerika Serikat ketimbang di negara lain. Tiga wilayah pasar ekuitas terbesar 5 adalah Amerika Utara, Asia Pasifik, dan Eropa.
a.       Amerika Utara
Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. Pada tahun 2000, baik NYSE maupun Nasdaq mendominasi bursa efek lain di seluruh dunia dalam hal kapitalisasi pasar, nilai perdagangan saham domestik, nilai perdagangan saham asing (di luar Bursa Efek London [London Stock Exchange—USE]), modal yang diperoleh perusahaan yang baru terdaftar, jumlah perusahaan domestik yang mencatatkan saham dan jumlah perusahaan asing yang mencatatkan sahamnya. Sebagai tambahan, relatif pentingnya Amerika Utara dalam pasar ekuitas global juga meningkat: Kapitalisasi pasar di Amerika Utara dalam persentase terhadap total global berada pada posisi 57,2 persen pada awal tahun 2000.

b.      Asia
Hingga akhir-akhir ini, banyak ahli yang memperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. Republik Rakyat Cina (Cina) muncul sebagai perekonomian lobal utama dan negara-negara "Macan Asia" mengalami pertumbuhan dan pembangunan ang fenomenal. Meskipun demikian, beberapa krisis keuangan di Asia selama tahun 1990-an menunjukkan kerentanan dan ketidak matangan perekonomian di wilayah ini, dan memperlambat pertumbuhan pasar modal di wilayah ini. Beberapa pengeritik berpendapat bahwa pengukuran akuntansi, pengungkapan, dan standar auditing di Asia serta pengawasan dan penegakan implementasi standar tersebut lemah. Sejumlah perusahaan Asia yang mencatatkan saham dan pelaku pasar terlibat dalam keiahatan terorganisasi, kesepakatan orang dalam dan aktivitas lain yang merugikan para calon investor. Juga beberapa pemerintah negara di Asia secara periodik mengumumkan bahwa mereka akan melakukan intervensi dalam pasar ekuitas untuk meningkatkan harga saham dan manipulasi pasar bukanlah hal yang tidak umum. Namun demikian, prospek pertumbahan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat. Kapitalisasi pasar sebagai persentase dari produk domestik bruto (Gross Domestic Product-GDP) di Asia terbilang rendah dibandingkan dengan di Amerika Serikat dan beberapa pasar utama Eropa, yang menunjukkan bahwa pasar ekuitas dapat memainkan peranan yang lebih besar di banyak perekonomian Asia. Demikian juga, pemerintah dan bursa efek di Asia berada di bawah tekanan untuk memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik para investor. Beberapa pasar di Asia (seperti Cina, India, Korea, .Taiwan, dan Hong Kong) telah tumbuh dengan cepat dan mengalami volume perdagangan yang relatif besar terhadap kapitalisasi pasar.

c.       Eropa Barat
Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar kedua di dunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. Perluasan ekonomi secara signifikan turut menyumbangkan pertumbuhan pasar ekuitas Eropa yang cepat selama paruh kedua tahun 1990-an. Faktor terkait di Eropa Kontinental adalah perubahan perlahan menuju orientasi ekuitas yang sudah lama menjadi ciri-ciri pasar ekuitas London dan Amerika Utara." Privatisasi yang dilakukan terhadap banyak perusahaan besar milik pemerintah telah membuat pasar ekuitas Eropa menjadi lebih penting dan menarik investor noninstitusional (nonlembaga), yang hingga akhir-akhir ini tidak terlalu aktif di Eropa Kontinental. Pada akhirnya, kepercayaan pada pasar Eropa telah tumbuh seiring dengan keberhasilan Persatuan Moneter Eropa (European Monetary Union - EMU). Pasar ekuitas Eropa akan terus tumbuh. Reformasi pensiun, sebagai satu contoh, telah menimbulkan permintaan baru terhadap kesempatan investasi. Juga banyak dan lebih banyak lagi investor asing memasuki pasar ekuitas Eropa. Arus ekuitas lintas batas meningkat dalam persentase dibandingkan peningkatan arus obligasi lintas batas, sebagian karena ekuitas merupakan investasi yang menguntungkan sejak jatuhnya pasar pada bulan Oktober 1987. Lagi pula, kelahiran mata uang Euro telah memicu timbulnya merger lintas batas, yang diperkirakan akan terus berlanjut.

·         Pasar Ekuitas ̶  Tinjauan Lebih Dekat
            Terdapat beberapa alasan yang baik untuk melihat lebih dekat pasar ekuitas Eropa. Pasar modal Eropa sedang mengalami perubahan besar dalam waktu singkat, sebagian dikarenakan  globalises perekonomian dunia dan meningkatnya integrasi ekonomi di dalam Uni Eropa.  Perubahan ini mencerminkan dan sekaligus merupakan contoh perubahan yang terjadi di pasar modal di seluruh dunia. Dengan demikian, tinjauan lebih dekat terhadap pasar  ekuitas Eropa akan membantu dalam memperoleh landasan akan pemahaman yang lebih " baik terhadap pasar ekuitas secara umum.

·         Budaya Ekuitas yang baru di Eropa Kontinental
Dasar lebih lanjut untuk memperkirakan pertumbuhan berkelanjutan di pasar ekuitas Eropa  bertumbuhnya budaya ekuitas di Eropa. Pengambilalihan paksa namun berhasil pada tahun 1999 atas Mannesmann, perusahaan Jerman terbesar ketiga dalam hal kapitalisasi. SK3 Yojafone, sebuah perusahaan Inggris dengan nilai yang diperkirakan mencapai AS$175 miliar, merupakan contoh langkah awal pertumbuhan kekuatan pemegang saham. Awalnya, kebanyakan pengamat berharap Mannesmann dapat berhasil membuat pertahanan tradisional, namun tekanan dari para pemegang saham besar memaksa manajemen untuk menerima tawaran tersebut.
Persaingan yang intensif di kalangan bursa efek Eropa memicu timbulnya perkembangan suatu budaya ekuitas. Selama tahun 1990-an pasar Eropa Kontinental menjadi lebih berorientasi kepada investor untuk meningkatkan kredibilitas mereka dan menarik pencatatan saham baru. Investor ekstemal, khususnya investor asing dan investor institusional, menuntut pengungkapan yang diperluas dan peningkatan tata kelola perusahaan (corporategovernance). Selain itu, perkembangan pasar ekuitas telah menjadi semakin penting di masa pemerintah dan regulator nasional, yang juga bersaing untuk mendapatkan pengakuan dan nama baik. Banyak regulator efek dan bursa efek Eropa telah melaksanakan aturan pasar yang lebih ketat dan memperkuat upaya penegakan aturan.
Meski demikian, persaingan yang ketat juga menyebabkan bursa efek dan regulator na­sional untuk mempermudah aturan pencatatan saham dan memberikan perkecualian khusus bagi perusahaan penerbit saham. Sebagai contoh, Paris Bourse mengecualikan Liberty Surf, sebuah perusahaan Francis, dari ketentuan pokok untuk diakui ke dalam pasar utamanya setelah Liberty Surf mengancam untuk mencatatkan sahamnya pada Deutsche Borse jika per-mintaannya tidak dipenuhi. Perusahaan di Eropa Kontinental telah memulai upaya untuk meningkatkan lingkup pengungkapan yang dilakukan, memperbaiki pelaporan keuangan, dan memperkuat tata kelola perusahaan mereka selama tahun 1990-an untuk menarik modal baru dan minat in vestor. Namun demikian, banyak dari perusahaan-perusahaan ini, termasuk beberapa di antaranya perusahaan terbesar di dunia, masih tertinggal jauh dari pengungkapan dan standar pencatatan saham yang ada di Inggris dan Amerika Utara.

Pengertian saham
Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda kepemilikan seseorang atau badan terhadap suatu perusahaan. Pengertian saham ini artinya adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Saham menyatakan bahwa pemilik saham tersebut adalah juga pemilik sebagian dari perusahaan itu. Dengan demikian kalau seorang investor membeli saham, maka ia pun menjadi pemilik atau pemegang saham perusa haan.

Penerbitan Saham
Saham merupakan tanda sebuah kepemilikan perusahaan atas penyetoran kekayaan atau uang oleh investor kepada perusahaan penerbitnya, jadi ketika seorang investor membeli atau memiliki saham perusahaan sebesar 30% maka investor tersebut berhak mengklaim atas kepemilikannya sebesar 30% atas perusahaan tersebut

Pencatatan dan penerbitan saham lintas negara
Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas yang sekarang terjadi pada pasar baru Eropa mengikuti periode tahun 1980-an ketika ratusan perusahaan asing men catatkan sahamnya pada bursa efek di Eropa. Biaya pencatatan saham relatif rendah dan setiap orang melakukannya.

Bukti menunjukkan bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan  lintas-batas   di   Eropa   untuk  memperluas   kelompok  pemegang   saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya di negara-negara di mana perusahaan memiliki operasi yang signifikan dan atau pelanggan utama. (Bursa efek di Eropa telah lama mempromosikan manfaat-manfaat ini). Namun demikian, terbukti sedikit saja bahwa manfaat tersebut dapat diwujudkan di dalam pasar Eropa. Kebanyakan ekuitas asing di Eropa Kontinental sangat sedikit diperdagangkan atau tidak diperdagangkan sama sekali, dan hanya memiliki beberapa pemegang saham lokal. Seperti yang dikatakan sebelumnya, selama tahun 1990-an banyak perusahaan asing yang menarik pencatatan sahamnya dari bursa efek di Eropa setelah menyadari sedikitnya manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan pencatatan tersebut.

Regulator nasional dan bursa efek sangat berkompetisi dalam pencatatan saham asing dan volume perdagangan, yang merupakan hal penting bagi bursa efek yang berkeinginan untuk menjadi atau mempertahankan posisi sebagai pemimpin global. Sebagai respon, bursa efek dan regulator pasar Eropa telah bekerja untuk membuat akses masuk yang lebih cepat dan lebih murah bagi para perusahaan asing penerbit saham dan pada saat yang bersamaan meningkatkan kredibilitas mereka. Karena pasar Eropa menjadi semakin khusus, setiap pasar menawarkan manfaat unik untuk para penerbit asing.

Banyak perusahaan Eropa mengalami kesulitan ketika memutuskan di mana meningkatkan jumlah modal atau .mencatatkan sahamnya. Pengetahuan mengenai berbagai pasar ekuitas dengan hukum, aturan, dan karakter kelembagaan yang berbeda sangat diperlukan saat ini. Yang juga diperlukan adalah pemahaman mengenai bagaimana karakteristik perusahaan penerbit sahain dan bursa efek salingbgrhubungan. Negara asal, industri, dan besarnya penawaran perusahaan penerbit saham hanyalah beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan." Lagi pula, biaya dan manfaat kombinasi pasar yang berbeda biaya dan manfaat kombinasi pasar  yang berbeda  perlu untuk dipahami.

Saham Pusat di USA
Wall Street (Jalan Wall) adalah sebuah nama jalan di pinggiran kota Manhattan di New York yang membujur mulai dari timur yaitu dari Broadway menuruni lembah ke arah South Streetdi East River, melewati pusat historis dari distrik keuangan Amerika yaitu Manhattan. Wall Street adalah merupakan gedung permanen pertama dari New York Stock Exchange, dan sepanjang waktu Wall Street menjadi nama dari gegografi sekitarnya. Wall Street adalah juga merupakan suatu istilah yang digunakan bagi " kepentingan finansial yang berpengaruh" di Amerika
Banyak sekali bursa perdagangan saham dan bursa perdagangan lainnya berkantor pusat di Wall Street dan di Distrik Keuangan (Financial District) termasuk NYSE, NASDAQ, AMEX, NYMEX, dan NYBOT. Banyak pula perusahaan keuangan New York yang kini sudah tidak berkantor di Wall Street lagi melainkan berkantor di pusat kota Manhattan, di wilayah pinggiran kota, Long Island, Westchester County, Fairfield County, Connecticut, atau di New Jersey.






Daftar Pustaka :
http://indraacc.blogspot.com/2011/09/perkembangan-akuntansi-internasional.html
                                                                                                      

PERBANDINGAN ANTARA IFRS DENGAN PSAK



 A Pendahuluan

Semakin derasnya arus globalisasi yang menghilangkan batas batas geografis dalakegiatanperekonomian telah menuntut adanya sistem akuntansi dan pelaporan keuangan yang seragam dandapat diterima di berbagai negara. Untuk itu, dibentuklah suatu standar yang bernama IFRS (Internationa Financia reporting  standar)  sebaga suatu  pakem  umum  dala usaha harmonisasi standar akuntansi keuangan. Dengan adanya suatu standar yang diterima secarainternasional, diharapkan keterbandingan laporan keuangan antar negara menjadi lebih tinggi.
Indonesia, sebagai  suatu negara berkembang pun  tidak ketinggalan dalam  mengadopsi IFRS.Adopsi PSAK ke IFRS pun semakin menggaung ketikIAI mencanangkan konvergensi penuh IFRSkPSAK pada tahun 2012. Diharapkan, dengan adanya konvergensi ini dapat memudahan pemahaman terhadap laporan keuangan yang dikenal secara internasionaserta dapat meningkatkan arus investasi
Proses konvergensi IFRdi Indonesia terbagi atas tiga tahap, yaitu:

1.   Tahap adopsi (Tahun 2008-2010)
2.   Tahap persiapan (Tahun 2011)

3.   Tahap implementasi (2012)

Dalam tahap konvergensi ini terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti perlunya penyesuaianstandar internasional terhadap aspek hukum di Indonesia, penyesuaian terhadap aturan perpajakan,kesiapan sumber daya manusia yang belum matang, serta masalah keberadaalembaga standar akuntansi Indonesia yang belum independen.


B Perbedaan IFRS dengan PSAK.

Dalam tulisan ini akan dibahas beberapa perbedaan antara IFRS dengan PSAK yang dapat ditemukan oleh penulis. Metode penyusunan perbedaan dilakukan dengan membandingkan antarakonsep yang terdapat di IFRS dengan yang terdapat dalam PSAK dan disusun berdasarkan urutanstandar yang digunakan IFRS.
Dalam tulisaini penulis sangat banyak mengambil faedah dari buku Marisi P Purba berjudul IFRSKonvergensi dan Kendala Aplikasinya di Indonesia terbitan Graha Ilmu. Bukini sangabermanfaat dalammembuka pikiran ttg konvergensi IFRS. Sangat direkomendasikan utk dibaca. selain itu
penulis jg banyak memperoleh manfaat dari publikasi KPMG dan Deloite.


PENDAHULUAN DAN KERANGKA DASAR (IA1; PSAK 1)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
Konvergensi
1
Cakupan
Pengaturan
Desain IFRdiperuntukkan untuk entitas yang bersifatprofit-
oriented dan SME (Small Medium Enterprise). IFRS belum mengatur standar akuntansi untuk perusahaan berbasis syariah.
SAdiperuntukkan untuk
Entitas yang bersifat profit-
oriented, Nirlaba, UKM(Usaha kecil menengah)yang disebut SAK-ENTAP,dan Perusahaan berbasissyariah.
Akan ada penerapan
standar yang bersifat setengahsetengaterhadap perusahaan yang berbasis syariah.
2
Kerangka
Dasar
Memungkinkan penilaianaktiva
tetap berwujud dan tidak berwujud menggunakan nilaiwajar. Laporan keuanganharus
disajikan dengan basis trueand fair (IFRS Framework par46)
Sama seperti IFRSPSAK
memberikan alternatif penggunaan nilai wajar untuk menilai kembali aktiva tetap
berwujud dan tidak berwujud. Laporan keuangan disajikan dengan basis fairly stated(Kerangka dasar par 46)
3
Pernyataan
kepatuhanakan Standar
Entitas harus membuat
pernyataan eksplisit tentangkepatuhan akan standar IFRS
Entitas tidak harus membuat
pernyataan kepatuhan akan
SAK
Harus dibuat
pernyataan eksplisit akankepatuhan padaPSAK dCALK
4
Prinsip
Ketepatan Waktu(Timeliness)
Tidak diatur secara khusus
kapan entitas menyajikanlaporan keuangan
Dianjurkan agar entitas
menyajikan laporankeuangan paling lama 4bulan setelatanggal neraca
Perlunya
penyesuaian aturan terkait dengan kewajiban entitas untuk memenuhikewajiban perpajakan dalam menyampaikanSPT Tahunan paling lambattanggal 31 Maret untuk WP OrangPribadi dan 30
April untuk WPBadan
5
Basis
Standar
Menganut standar akuntansi
berbasis prinsip untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, danketerbandingan laporankeuangan antar entitas secara global.
Menganut standar akuntansi
berbasis aturan.
6
Prinsip
Konservatif
Tidak lagi mengakui prinsip
konservatif, namun diganti dengan prinsip kehati-hatian(Prudence)
Masih mengkui prinsip
konservatif
Daftar Pustaka
PENGUNGKAPAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN (IAS 1; PSAK 1 REV 1998)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
Konvergensi
1
Komponen
LaporanKeuangan yanglengkap
Komponen laporan keuangan
lengkap terdiri atas :
-     Laporan posisi keuangan
(neraca)
-      Laporan laba rugikomprehensif
-     Laporan perubahanekuitas
-     Laporan arus kas
-      Catatan atas laporankeuangan
-Laporan posisikeuangakomparatif awalperiode dan penyajianretrospektif terhadappenerapan kebijakanakuntansi
Komponen laporan keuangan
lengkap terdiri atas :
-     Neraca
-     Laporan laba rugi
-     Laporan perubahanekuitas
-     Laporan arus kas
-     Catatan atas laporankeuangan
2
Pengungkapan
dalam Laporanposiskeuangan
(neraca)
Berdasar ilustrasIFRS :
Aset:             Ekuitas: AsetTidak     Ekuitas yang Lancar           dapat
diatribusikan ke
Aset lancar    pemilientitasinduk

Hak nonpengendaliLaibilitas Laibilitas
jangka panjang

Laibilitas jangka pendek
Berdasar PSAK:
Aset:             LaibilitasAset               LaibilitasLancar            jangka pendek

Aset Tidak     Laibilitas
Lancar           jangka panjang
EkuitaHak nonpengendali

Ekuitas yang dapatdiatribusikan kpemilik
entitas induk
3
Istilah minority
Interest
Istilah minority interest (hak
minoritas) diganti menjadi noncontrolling interest (hak non
pengendali) dan disajikandalam
Laporan perubahan ekuitas.
Menggunakan istilah hak
minoritas
4
Pos luar biasa
(extraordinaryitem)
Tidak mengenal istilah posluar
biasa (extraordinary item)
Masih memakai istilah posluar
biasa (extraordinary item)
5
Penyajian
laibilitas
jangka panjangyang akandibiayai
kembali
Laibilitas jangka panjang
disajikan sebagai Laibilitasjangka pendek jika akan jatuh tempo dalam 12 bulan meskipun perjanjianpembiayaan kembali sudahselesai setelah periodepelaporan dan sebelumpenerbitan laporan keuangan
Tetap disajikan sebagai
Laibilitas jangka panjang
Purba, Marisi P, IFRS Konvergensi dan Kendala Aplikasinya di Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta,
2010
LAPORAN ARUS KA(IAS 7; PSAK 2 REEV 1994)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek
Konvergensi
1
Metode
Dianjurkan menggunakan
metode langsung, namun metode tidak langsung tetapdiperbolehkan
Tidak ada pengaturan, kecuali
untuk Perusahaan Publik(ListeCompany) harusmenggunakan MetodeLangsung sesuai PeraturanBapepam VIII G 7
yang telah diubah denganKEP-
06/PM/2000
Diperlukan
pengaturan lebihlanjut tentangkebolehan
penggunaankedua metode arus kas ataukahhanya menggunakan metode langsungdalam pelaporankeuangakepadapublik dan pajak.
2
Arus kas
terkait pos
luar biasa
Item pos luar biasa tidak
diperbolehkan dalam IFRS
Masih diperkenankan
menggunakan istilah pos luar
biasa, dan diklasifikasikansesuai dengan sifat transaksinya, apakah sebagaiaktivitas operasi, investasiatau pendanaan
Deloitte Publication, IFRS and Indonesian GAAP A Comparison (Jan 2007)
Delioite Publication, IFRS Model Financial Statem
PERSEDIAAN (IA2; PSAK 14 REV 2008)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek Konvergensi
1
Pengukuran biaya
Pengukuran
persediaan
berdasarkan biayaatau net realizablevalue (nilai realisasibersih) mana yanglebih rendah.
Sama dengan IFRS,
Persediaan harus
diukur berdasarkan biaya atau
nilai realisasi neto, mana yang lebih
rendah
2
Penggunaan
Metode LIFO
IFRS melarang
penggunaan metodeLIFO (Last In FirstOut). Hanya boleh
menggunakan metodeFIFO atau rata-ratatertimbang
Dalam PSAK No 14
Rev 1994, penggunaanmetode LIFO masih
diperbolehkanNamundalam Revisi tahun2008 penggunaanmetode LIFO sudahdilarang. Hanyadigunakan metodeFIFO (First iFirstOut) / MPKP (MasukPertama KeluarPertama) atauRata-rata tertimbang.
Diperlukan
penyesuaian aturan terhadap
pelarangan metode
LIFO dalam konteksperpajakan.
ent, 2010

AKTIVA TETAP (IAS 16; PSAK 16 REV 2007)
No
Perbedaan
IFRS
PSAK
Efek Konvergensi
1
Penilaian Aktiva
Aktiva dapat diukur
dengan menggunakandua pendekatan, yaitu model revaluasi dan model harga
perolehan.
Penerapan prinsip
nilai wajar dalampenilaian Aset.
Sama dengan IFRS
Penggunaan jasa
independentappraisal (penilai) akan berkembang
untuk asset yang tidak dapat diukurnilai pasarnya.
2
Selisih akibat
Revaluasi
Nilai selisih akibat
adanya revaluasidisajikan dalam laporalaba rugi dan ekuitas
Sama dengan IFRS
Harus dilakukan
penyesuaian terhadap aturanperpajakan terkaitpengenaan pajak (PMK 79/2008),seperti terhadapselisih lebih revaluasidan
perolehan ijin untuk melakukan revaluasi.
3
Metode penyusutan
Metode penyusutan
yang digunakan harusditelaasecaraperiodikKoreksiakibat penelaahan iniakan
diperlakukan sesuaidengan IAS 8.Dimungkinkan jugaperubahan terhadap metode penyusutanjika dalam hasil reviewterdapaperubahansignifikan dengan polapemanfaatan ekonomiyang diharapkan dariaktiva tersebut.
Sama dengan IFRS,
dengan penyesuaiansesuai dengan PSAK
25
Perlunya
penyesuaian terhadap peraturanpermohonan ijin terhadap Ditjen Pajakuntuk
melakukanperubahan metodepenyusutan.
4
Nilai residu
Manajemen harus
melakukan revieatasnilai residu dan masamanfaat aktiva
setiap tahunJika terdapat perubahan, maka disesuaikandengan menggunakanIAS 8
Sama dengan IFRS,
dengan penyesuaiansesuai dengan PSAK
25

red to Indonesian GAAP 
IAS 1 – 41, dari Standar Akuntansi IFRS di blog http://staff.blog.ui.ac.id/martaniEksposure draftPSAK dari blog http://staff.blog.ui.ac.id/martani/
Berbagai tulisan tentang IFRS dari https://rogonyowosukmo.wordpress.com
Tulisan   tentang   konvergensi    IFRS    dari    http://wonkcrb.blogspot.com/2011/03/sedikit-tentang- proseskonvergensi-psak.html